Kamis, 29 Oktober 2009

Bocah Korban Konflik Derita Penyakit Aneh

husnul
Tangan kecil itu tak henti-hentinya menggaruk kepalanya yang luka. Darah bercampur nanah keluar tanpa henti. Malah, beberapa belatung kecil seukuran ujung korek api ikut keluar dari tempurung kepala dan telinga gadis kecil yang malang itu.

Husnul Zafirah, bocah warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, sejak sepekan terakhir menderita penyakit aneh. Berawal dari demam yang sangat tinggi kemudian muncul benjolan-benjolan hitam disekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah dan nanah jika digaruk.

Jarang sekali putri ke empat Nurlela ini suhu badannya panas. Kalau pun demam, seperti setahun yang lalu, Husnul masih mampu ke sekolah.
“Sekarang demamnya tinggi sekali dan tumbuh benjolan hitam,” ungkap wanita yang harus menjadi penopang hidup keluarganya sejak sang suami hilang pada masa konflik delapan tahun silam. Melihat kondisi buah hatinya yang semakin kritis, sang bunda, Nurlela, langsung membawanya ke Puskesmas Geumpang. “Sehari Husnul dirawat disana, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Sigli,” ungkapnya. Berbekal kartu Askeskin, wanita itu langsung membawa anaknya ke RSU Sigli pada Selasa (20/10).

“Kami orang tak punya dan korban konflik. Semua biaya Husnul saya yang tanggung sendiri.” Jelas Nurlela. Karena itulah, ia sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak meringankan beban hidup anaknya.
Namun, akibat fasilitas RSU Sigli yang kurang memadai membuat tim dokter merujuk bocah kecil itu ke RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.

“Luka-luka di tubuhnya telah menimbulkan belatung yang telah menjalar ke bagian kepala, telinga, serta mata. Untuk persoalan ini harus mendapat penanganan yang lebih serius, yaitu pasien perlu dirujuk ke Banda Aceh guna mendapat penanganan secepatnya apalagi kondisinya sangat kritis,” urai Suryadi Umar, dokter spesialis anak yang menangani kasus Husnul.

“Atas kebijakan Direktur RSU Sigli, pasien ini segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, mengingat kondisi Husnul Zafira, sangat memprihatinkan, apalagi mereka ini tergolong keluarga yang belum beruntung (miskin),” tambahnya.

“Husnul menderita Varisela atau lebih dikenal dengan cacar air,” begitu diagnosis Suryadi untuk penyakit bocah sembilan tahun itu. “Semua penyebab nantinya akan terdeteksi baik asal muasal riwayat penyakit tersebut hingga cara penangananya apalagi nantinya di RSUZA Banda Aceh peralatannya jauh lebih canggih dibandingkan dengan kita,”urainya.

Kini Husnul Zafirah sedang terbaring tak berdaya pada ruang isolasi di kamar Seureune Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Dia dan keluarganya sangat mengharapkan bantuan dari kita semua untuk membantu proses penyembuhannya.

Adakah diantara kita yang ingin membantu HUSNUL?

Bagi yang ingin membantu langsung, bisa menghubungi keluarga di ruang isolasi Seureune I RSUZA.
HP anggota keluarga : 081360151580

Atau melalui Aceh Blogger Community
LANGSUNG:

Fadli Idris (08126970717)
Liza Fathia (085260298378)
Fauzan Yusuf (085260090007)

BANK

Account Name: Perkumpulan Aceh Blogger
Account Number : 1312-01-000082- 53-9
Bank Name/Address: Bank BRI KK. Unsyiah Banda Aceh

Bagi yang melakukan transfer bank bisa melakukan konfirmasi ke 08126970717.

13 komentar:

  1. prihatin banget melihatnya...bisa diketahui penyebabnya?

    BalasHapus
  2. Astaghfirullohhh....prihatin atas duka sodara kita di bagian indonesia barat sana...semoga Allah memberikan kesehatan kembali utk anak ini...amin ya rabb



    salam, ^_^

    BalasHapus
  3. Kalau melihat sign n simptom nya (yg terbatas) saya meragukan kalau itu disebabkan varicella. Karena varicella penyebabnya adalah virus, tdk akan keluar belatung yg jelas merupakan larva parasit. Kecuali memang telah terjadi secunder infection.
    Saya curiga anak tsb menderita penyakit akibat infestasi parasit plus secunder infection akibat bakteri (coccus sp) atau virus lain.
    DD/
    1.pemfigus vulgaris
    2.impetigo bulosa.
    3.scabies berat.
    Yg semuanya ditumpangi oleh parasit...
    Btw, diperlukan test Histopatologi dan Parasitologi...

    BalasHapus
  4. wah kena cacar air koq bisa ampe gitu yah

    BalasHapus
  5. kasian banget tuh
    koq ampe bisa ada belatung, padahalkan cacar air

    BalasHapus
  6. @isti : pak dokter srex sudah menjawab diferential diagnosisnya

    @didien : amiin. terimakasih sodaraku

    @srex : iya sih dok, nanti saya anamnesis lagi, insyallah nanti sore akan berkunjung ke RS

    @belajar blog : ada infeksi sekunder sepertinya fren

    @AFT : ya begitulah fren.. doakan dia cepat sembuh ya

    BalasHapus
  7. aduuuh kasihan....
    semoga cepat sembuh deh.

    BalasHapus
  8. Mengunjungi saudariku menjelang maghrib..

    BalasHapus
  9. Baca sebentar ya Liz..

    BalasHapus
  10. Semoga lekas sembuh ya Liz adik itu,sampe segitunya..aku trt prihatin..smg Alloh meringankan dan menyembuhkannya.Amin..salam

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah ada yang mau memberitakan kesusahan bocah itu, mudah-mudahan ada juga bantuan masuk :)
    Codet.

    BalasHapus
  12. Itu adanya di Indonesia??

    BalasHapus
  13. terharu dan sedih membacanya.....

    BalasHapus