Rabu, 29 April 2009

Dari Carier Sampe Kecurangan UN

April 29, 2009 0 Comments
Lama banget ngga ngeposting bikin tanganku gatal untuk kembali menulis. Yeah, maklumlah secara akukan wanita carier! Eits, betewe carier penyakit apa ya? Soalnya kalo di kedokteran istilah carier itu sering digunakan sebagai pembawa penyakit keturunan. Misalnya carier hemofilia, carier DM, dan lain-lain. Tapi istilah carier yang kugunakan sekarang ngga ada label kedok-teran segala yha!!! Ini karir dalam arti umum. Ingat tuh!!!

Sok banget menjuluki diri wanita karir!!! Hahaha, biar aja, toh julukan untuk diriku sendiri kok, bukan untuk kamu, dia, atau siapa saja. Maklum saja rutinitasku yang berjibun mengalahkan presiden SBY (masak iya?). ya iyalah, pagi kuliah sampe siang kadang-kadang sorepun kuliah. Kalau ngga kuliah pasti masuk kerja. Malamnya ngerjain tugas atau chatting di mig33 khususnya room Aceh, Sigli, dan Banda Aceh. Kalo kamu doyan ngemigg juga, jangan lupa tuh add aku fathia_dr, be.angel, rumput_liar008, lizfari_dr. Nah itu semua nick name ku di dunia permig33.

 
http://deni3wardana.files.wordpress.com/2007/04/deni-triwardana-curang.jpg
 

Berhubung sudah lama tidak mengungkapkan argumenku, rasanya hati ini panas banget lho! Otak ini mau meledak! Hekzzz,. Emang bom bisa meledak! Whateverlah, yang jelas banyak hal yang ingin kuutarakan. Dan diantara yang banyak itu, aku memilih pelaksanaan ujian nasional untuk siswa SD-SMA.

Ujian Nasional Untuk Apa?

Kalo zamanku, istilahnya ujian akhir kelulusan itu adalah UAN yang sebelumnya pernah berganti-ganti beberapa kali, mulai dari EBTANAS, UAN, dan menjadi UN. Yang menarik disini adalah kecurangan yang kerap ditimbulkan dalam pelaksanaan ujian yang sangat nentuin lulus atau ngga nya siswa tersebut.

Bayangin aja, cape-cape belajar bertahun-tahun hanya ditentukan oleh tiga hari itu. Kenapa sih UN itu ngga dihilangkan aja? Coba deh kamu hitung berapa keuntungan Negara kalau UN ngga dilaksanakan? Mulai dari biaya percetakannya, honor gono gini, dan lain sebagainya.

Kemudian, yang sangat mengherankan. Tiga hari penentuan itupun tak lepas dari unsure-unsur kecurangan. Mulai dari penyelundupan soal sampe ke pembocoran jawaban oleh para guru. Temanku pernah yang kebetulan seorang cikgu itu pernah berkomentar nih “
Untuk apa sih selama ini kita ajarin para siswa, kita tetapkan berbagai aturan, kalau mau UN kita berikan bimbingan tambahan sampai-sampai ada acara baca doa bersama agar anak didik lulus kalau toh akhirnya kita sendiri yang membuat mereka hancur dengan memberikan jawaban pada saat ujian.” Kebetulan nih, temanku itu sedikit idealis. Makanya dia ngomong seperti itu.

Lantas apa jawaban para manipulator itu? “kalo kita ngga ngebocorin jawaban, bisa-bisa mereka ngga lulus. Kasian kan kalo harus ngulang. Coba deh kamu resapi gimana kalo ada diantara keluargamu yang ngga lulus ujian nasional? Sedih bangetkan? Belum lagi beban mental yang ditanggung sekolah jika ada yang ngga lulus. Bisa-bisa tahun ajaran ini bakal ngga ada siswa yang mau masuk sekolah kita.” Halah, itu namanya menghalalkan segala cara bu,pak!!! Ingat doooosaaaa dunk!! Ada yang Maha Melihat tuh!!!

Terus ada juga yang nambahin, “Lagian bukan kita aja kan, banyak tuh sekolah yang lain yang ngebeberin jawaban ke siswanya. Biar sama-sama senanglah. Siswa lulus, predikat sekolah pun baik.”

Cukup! Ngga tahan lagi deh. Jujur walaupun diri ini bukan orang idealis, tapi benci banget sama yang begituan. Dulu ketika ada siswa yang nyontek langsung tuh dikeluarkan dari kelas. Nah sekarang guru pun ikut-ikutan, jadi solusinya apa?

4 Modus Kecurangan UN :

1. Penggunaan jaringan komunikasi (telepon seluler),

(Kirim & terima jawaban melalui sms)

2. Penggunaan soal sisa,

(Soal sisa digunakan oleh guru dari sekolah yang bersangkutan yang tidak dikirim untuk menjadi pengawas silang spesial untuk guru yang mata pelajarannya sedang di ujikan/tim sukses sekolah untuk mencari jawaban yang kemudian jawabannya diberikan kepada siswa (diberikan dikelas dalam kertas kecil, disuruh diambil di wc (siswa pura-pura ke wc) atau dapat juga di isikan ke LJK siswa setelah selesai sebelum dimasukan ke Amplop dan dilem, mungkin bisa juga diisikan pada LJK kosong yang tersedia, dll.

3. Pengeleman Amplop Lembar Jawaban Komputer di luar ruangan kelas (di ruang panitia sekolah),

(Pengeleman dilakukan setelah LJK diperbaiki atau bahkan setelah ditukar dengan LJK yang diisikan oleh panitia khusus dari sekolah yang berbuat curang).

4. Proses Pengepakan Soal.

Sumber : http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0704/16/195752.htm

Modus lain :

1. Pembocoran kunci jawaban,

(Soal didapat pagi sekali, atau dari soal sisa yang kemudian dikerjakan oleh TIM SUKSES SEKOLAH)

2. Pengawasan UN yang longgar.
(Para pengawas pengawas UN dengan sengaja melonggarkan pengawasan sehingga para siswa punya kesempatan untuk saling mencontek atau menanyakan jawaban. Para pengawas UN di kelas lebih banyak menunggu di luar sembari membaca koran” ada yang dengan sengaja memberi kesempatan kepada para siswa untuk saling mencontek. Bahkan ada juga pengawas yang memberikan sejumlah jawaban soal-soal UN. )

Sumber :

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/23/0701.htm

3 Modus Yang lain lagi :

1. Sebelum ujian nasional dilaksanakan. Cara yang dipakai dengan membocorkan soal. Misalnya pengakuan murid di Garut, mereka diperintahkan datang lebih awal ke sekolah agar bisa memperoleh jawaban dari guru.

2. Jawaban dibuat pada saat ujian. Biasanya dilakukan oleh tim, yang berisi guru bidang studi. Proses distribusi jawaban bervariasi, ada yang menggunakan telepon seluler, seperti yang terjadi di Cilegon. Dalam satu kelas, satu atau dua murid dijadikan sebagai simpul. Mereka bertugas menerima dan membagikan jawaban kepada yang lain melalui kode tertentu. Ada pula yang memakai kertas kecil atau kertas unyil. Murid mengambilnya di tempat yang sudah disepakati dengan tim.

3. Ketiga, tim bekerja setelah ujian nasional selesai. Biasanya murid diminta tidak menjawab pertanyaan yang dianggap sulit karena nantinya tim yang akan mengisi. Tapi ada pula yang membiarkan murid menjawab. Apabila salah, tugas tim sukses yang akan membetulkan.

sumber :

http://www.duniaesai.com/pendidikan/pend15.htm

Jumat, 24 April 2009

FLP menerima anggota baru lho

April 24, 2009 5 Comments
fuihhh,.. lama banget aku ngga ngeblog. Kangen sekangen-kangennya untuk menulis kembali di rumah keduaku ini. Tapi apa daya, waktu jua yang memisahkan kita (haiyah, uadah seperti penutup pidato saja :)).

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini izinkanlah saya memberikan sepatah dua patah kata (sekaligus goyang patah-patahnya UUT) --> beneran jadi tukang ceramah waktu maulid nih. hehehe.. oke diulangi ya, izinkanlah saya menyampaikan sepatah dua patah kata yang kemudian saya susun menjadi sebuah kalimat yang pada akhirnya menjadi sebuah paragraf berupa pengumuman kepada saudara-saudara semua tentang akan adanya PENERIMAAN ANGGOTA BARU FORUM LINGKAR PENA (FLP) ACEH. (Wah. pengulangan katanya banyak banget!!! ngga efektif kalimatnya --->> kalo sempat dibaca guru B. Indonesia).


Berikut ini Pengumuman ALAKADARNYA
FLP Aceh membuka kesempatan emas untuk kamu-kamu semua (UNTUK SEMUA GOLONGAN USIA) yang suka baca, nulis, kreatif, dan imajinatif untuk bergabung dengan komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh!

Syarat pendaftarannya sebagai berikut :
1. Mengisi formulir pendaftaran dengan membayar Rp 50.000 (DISKON 20% untuk pendaftar yang tulisannya pernah dimuat di media atau memenangkan perlombaan dengan menunjukkan tulisan dimuat/menang)
2. Menulis karangan deskriptif tentang “Orang Yang Paling Dekat Kamu” dan menyerahkannya ketika pengembalian formulir
3. Pendaftaran dibuka dari tanggal 25 April sampai 5 Mei 2009
4. Nama-nama peserta yang memenuhi kualifikasi akan diumumkan di www.dzerobuletin.blogspot.com
5. Peserta yang memenuhi persyaratan akan diadakan screening test di RUMAH CAHAYA

Pengambilan dan pengembalian formulir serta persyaratan lainnya dapat dilakukan di
1. Al Kahfi Book n Cinema
2. Dunia Muslim

terimakasih atas perhatiannya. untuk keterangan lebih lanjut silakan tinggalkan komentar di halaman ini

Senin, 06 April 2009

Liza = Lazy ???

April 06, 2009 6 Comments
Minggu kemarin aku merasa berada dipuncak kemalasanku. Malas se malas-malasnya.
Mungkin julukan seorang dosenku terhadap nama yang kusandang ada benarnya. Liza, Laiza, Lizzy, dan yang terakhir adalah LAZY. Huaaaaaaa…

Apakah aku benar-benar ditakdirkan menjadi seorang pemalas? Dari namaku saja ada unsur kemalasannya. Lazy? Haruskah kuganti nama yang telah kusandang selama dua pulu satu tahun ini?


Malas..
Ya, aku benar-benar malas hari itu.
Tak ada niatku untuk menghilangkan malas itu karena aku memang sedang malas.
Jangan dipelihara malasmu itu, Liza! Kata hatiku
Tapi aku malas membuangnya

Malas,.
Bahkan untuk beranjak untuk makan punaku enggan
Perutku sudah kenyang dengan kemalasanku
Apa lagi jalan-jalan keluar
Untuk sekadar keluar kamar saja
Kupaksakan diri yang telah dilumuri rasa malas

Aku benar-benar dipuncak kemalasanku
Bahan-bahan kuliah hanya kubiarkan tregeletak begitu saja
Memang, hari-hariku yang dulu sering dirundung malas
Namun, puncaknya hari itu

Kenapa tidak kau tulis saja kemalasanmu, Liza
Duh! Jangankan untuk menulis
Memikirkan isi tulisanku saja aku malas
Apalagi mengambil buku dan pena
Atau menghidupkan laptopku
Malas banget rasanya

Aku benar-benar malas
Dan aku menikmati kemalasanku

Kenapa aku bisa malas?
Ah, malas aku menjawabnya

Follow Us @soratemplates