Jumat, 02 Desember 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Kali ini aku ingin menulis tentang disabilitas, istilah baru yang digunakan untuk menggantikan kata cacat. Masih terdengar aneh memang, tetapi kata ini sepertinya lebih enak didengar dan konotasinya lebih baik dibandingkan dengan kata cacat. Berbicara tentang disabilitas, maka pasti yang terbayang adalah mereka yang tidak bisa melihat (tuna netra), tidak bisa mendengar (tuna rungu), tidak bisa berbicara (tuna wicara) atau mereka yang anggota tubuh mereka tidak normal seperti kita.

Mereka semua itu adalah orang-orang yang sebenarnya tidak memerlukan belas kasihan dari kita, tetapi mereka adalah orang-orang yang memerlukan pedampingan agar mereka mampu mandiri. Karena disabilitas yang mereka miliki otomatis mereka tidak dapat melakukan yang dilakukan orang normal karena fasilitas yang ada saat ini diperuntukkan bukan untuk mereka. Dengan demikian, yang perlu kita lakukan adalah memberikan ruang khusus untuk penyandang disabilitas agar mereka mampu berkreasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Namun yang sangat disayangkan adalah posisi penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat yang masih mendiskriminasikan mereka. Yang masih menganggap kalau penyandang disabilitas itu adalah orang-orang yang tidak mampu berbuat apa-apa. Penyandang disabilitas itu adalah orang-orang yang hanya mengharap belas kasih. Penyandang disabilitas itu adalah orang yang hanya membebani orang lain.

Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menghilangkan pikiran tentang penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyakat yang selalu menempatkan mereka sebagai orang yang tidak bisa mandiri. Tugas kita adalah menjadi pendamping mereka. Meletakkan mereka sejajar dengan kita. Bekerja sama dengan mereka dan melakukan berbagai hal dengan mereka. Tanpa diskriminasi tentunya. Bisakah? Tentu bisa. Jangan hanya mengharap dari pemerintah saja. Ya, walau pada dasarnya memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membina penyandang disabilitas tersebut. Tapi, tau sendiri bagaimana pemerintah kita.

Jangan lupa baca tulisan ini juga ya http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

Sabtu, 23 Oktober 2010

Blog, Media Sosial yang Efektif Untuk Pendidikan

Seiring bertambah pesatnya pengguna internet di Indonesia yang pertumbuhan rata-ratanya mencapai 49 persen pertahun, maka pengguna media sosial yang merupakan media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini tentu akan berdampak positif jika penggunaan aplikasi-aplikasi yang ada di internet (seperti media sosial) ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya adalah untuk membantu proses belajar-mengajar. Salah satu bentuk media sosial yang dapat dipergunakan oleh seorang pendidik dengan peserta didiknya adalah blog.

Blog adalah singkatan dari weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para narablog (blogger). Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar cerdas mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.

Jumat, 26 Maret 2010

Novel Perahu Kertas (Download Ebook)

Novel ini awalnya hanya bisa didapatkan dengan menggunakan wap XL, kemudian muncul bab per bab dalam versi ebook. Ada 10 bab yang sempat kubaca pada awal Januari 2009. Itu belum selesai, total babnya 12, dan aku baru mendapatkan pada bulan September. Delapan bulan berikutnya. Hm, tanpa memperpanjang mukaddimah, berikut ini aku sisipkan synopsis ceritanya yang langsung saya ambil dari Journal of a 55-Days Novel

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Jumat, 15 Januari 2010

Ingredients and Benefits of Honey

Honey is very much content and useful to man. Ingredients contained in honey are: sugar (glucose and fructose), a variety of minerals (calcium, potassium, magnesium, sodium chlorine, sulfur, iron and phosphorus) and vitamins (B1, D2, B3, B5, B6 and C). Honey also contains small amounts of several kinds of hormones, copper, iodine and zinc, in other words almost all the necessary human body.

Honey protect the body from narrowing of capillary complaint (capilerllary) and arteriosclerosis (blood vessels to the heart) and also kills bacteria. When taken with cool water, honey blend into the bloodstream in just seven minutes, with an element of healing so fast and good for the body. Honey is also very effective with antiseptic quality content.

Honey is Safe for Diabetics


Almost everyone knows he health benefits of honey. Pure honey is safe even for people with diabetes mellitus. High content of fructose in honey helps stimulate the natural production of insulin for diabetes. During this diabetes or diabetes tend to limit the consumption of sugar. No wonder, emerging artificial diets sugar bid to keep blood sugar levels under control. Not many people look at honey for sugar used as replacement options. It is quite reasonable, many chapters have diabetes who feel honey has high sugar content.

Prof. Dr.Aznan Lelo, Sp.FK, PhD, an expert beekeeping products from the Faculty of Medicine, University of North Sumatra, judging that honey can be used as a sugar substitute safe and effective for diabetes. If in case your blood sugar after taking the honey, may be it is not pure honey.