Sabtu, 24 Januari 2009

Perahu Kertas Liza

Sore ini, setelah membaca novel Perahu Kertas-nya Dee aku mencoba menflashback memori kecilku tentang perahu kertas. Pengalaman yang unforgetable memang jika mengingat masa-masa indah ketika kita masih belum begitu tertipu oleh dunia. Ketika seorang bocah kecil dengan adik lelaki semata wayangnya sedang bermain hujan-hujanan di belakang rumah sambil melepaskan perahu kertasnya satu persatu di saluran air yang dijadikan petani untuk mengairi sawah mereka. Rumah ke bocah perempuan itu memang langsung berbatasan dengan sawah.

Aliran air ketika jujan cukup deras, membuat perahu kertas mereka terapung-apung dan hanyut terbawa arus. Sangat senang rasanya ketika perahu itu terbawa air, seolah ada sebuah beban yang pergi bersamanya.

Sore ini, aku tinggal sendiri di ruangan kantorku. Tak ada lagi Kak Riza dan juga Bang Isra, Kontributor Majalah AER. Ketika membaca novel itu, aku begitu hanyut dibawa kenangan masa kecilku.

Memang, inti cerita dari novelnya Dee bukanlah tentang perehu kertas. Tapi kebiasaan tokoh utamanya Kugy, yang suka bermain perahu kertas itu membuatku ingin segera menghabiskannya. Tak peduli berjam-jam sudah aku didepan monitor komputer, dan tak peduli apakah masih ada orang di bawah (kantorku di lantai dua). Namun yang sangat disayangkan, aku tidak mendapatkan full versionnya. Maklumlah, hanya ebook gratis.

Namun, aku seolah melihat sosok Kugy itu ada pada diriku. 1. Aku sangat sukai air dan zodiakku Aquarius. Kugy juga begitu.
2. Aku suka nulis tapi ngga bisa menggambar. Duh,..tobat deh kalo disuruh menggambar. sejak SD sampai sekarang aku sanagt tidak bisa menggambar. Seoalah tidak ada koneksi yang baik anata tangan dan imajinasiku. Dari dulu dulu setiap di suruh menggambar, aku hanya melukiskan 2 puncak gunung, sepetak sawah, dan sebuah rumah. Hanya itu lukisanku yang tidak abstrak. Selebihnya? kalo aku menggambar ayam, jadinya han ya sebuah batu pecah. (cukuplah, jadi malu sendiri). Nah, kugy dalam cerita itu persis sepertiku. Pintar nulis tapi ngga bisa gambar. Tapi Kugy punya Keenan yang mau mengilustrasikan tulisannya dalam bentuk lukisan. Sedangkan aku? (Hopeless)
3. Kugy punya semangta yang tinggi dan cuek,. kalo ini sih kurang lebih sama
4. Kugy kuliah di jurusann sastra, ini sangat berbeda, aku kuliah di jurusan pendidikan dikter.

But,..karakter tokoh kugy disini membuatku seperti bercermin

10 komentar:

  1. Setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu...

    BalasHapus
  2. suka lihat air juga ya mba?
    saya juga..
    dulu pas kecil, kata ibu saya, saya selalu ribut kalo liat air, pasti teriak2x "air.. air"
    hehe

    *sori mba, komen gak penting*
    btw, salam kenal :-)

    BalasHapus
  3. Wah saya belum baca Novelnya Mbak..

    Jadi baru tau dari ceritanya Mbak ajah he he he..

    Salam semangatz..

    BalasHapus
  4. Jadi pengen nyoba lagi bikin perahu kertas
    masih bisa ga ya..?

    BalasHapus
  5. Liza suka air ya, kok kuliahnya di FKU? kenapa gak jadi perenang atau jadi pelaut sekalian? hehehe...

    saya belum sempat baca novelnya, setelah tahu karakter tokohnya banyak kesamaan dengan Liza, saya jadi pingin segera membacanya...:)

    btw waktu kecil dulu, saya juga seneng main air dan bikin perahu kertas, andai bisa, saya pingin kembali jadi anak2 lagi, biar bisa main perahu kertas dengan Liza...hehehe

    BalasHapus
  6. @ ijal : ijal lebay,..btw, itu bukannya tulisan dee yang ada disampul buku perahu kertas,..idiiih,..ngga kreatif :p (kreatif kok jal)

    @mbak ely : tau aja mbak,..sampai sekarang juga sering main perahu sama keponakan

    @leni : wah mbak leni,..kita sama yaa,..mamaku sampai nakut2in aku kalo batu2 besar disungai itu adalah anak-anak yang suka main air,..

    @bocah bancar : dibaca yaa (promosi

    @witha : pasti bisa mbak,..ntar anak2nya dibuatin perahu kertas yaaa

    mas adnan : liza berenangnya pakai gaya batu mas, langsung blubukblubukkk,.. yeee,..mas ikut2an ijal, jadi lebay

    BalasHapus
  7. itu aja pun lebay..kalimatnya bagus..cocok buat liza wakakaka..

    BalasHapus
  8. makasih ijal jelekkkkk
    bagus sih, tapi ngga original

    BalasHapus
  9. sama2 princess liza yang cantik jelita, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung..

    hanya itu yang bisa ananda berikan untuk saat ini

    BalasHapus

Follow Us @soratemplates