Tampilkan postingan dengan label d'DoctorZone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label d'DoctorZone. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2009

Bocah Korban Konflik Derita Penyakit Aneh

Oktober 29, 2009 13 Comments
husnul
Tangan kecil itu tak henti-hentinya menggaruk kepalanya yang luka. Darah bercampur nanah keluar tanpa henti. Malah, beberapa belatung kecil seukuran ujung korek api ikut keluar dari tempurung kepala dan telinga gadis kecil yang malang itu.

Husnul Zafirah, bocah warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, sejak sepekan terakhir menderita penyakit aneh. Berawal dari demam yang sangat tinggi kemudian muncul benjolan-benjolan hitam disekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah dan nanah jika digaruk.

Jarang sekali putri ke empat Nurlela ini suhu badannya panas. Kalau pun demam, seperti setahun yang lalu, Husnul masih mampu ke sekolah.

Jumat, 27 Maret 2009

What A Cute Baby

Maret 27, 2009 11 Comments
Bip. Bip. Sebuah pesan masuk ke ponselku. Hari Kamis tanggal 19 lalu. Dari teman satu anggakatan waktu SMA tempoe doeloe.

“ Info Gen X : Asslmkm. Berita bahagia. Alhmdulillah Lydia dah melahirkan semalam jam 8 di Seulanga. Anaknya cowok. Bagi yang mau besuk, qt ngumpul didpn MU cafĂ©.”

WHAT? Lydia udah melahirkan? Duh senang banget diri ini waktu ngebaca pesan singkat itu. My roommate waktu di Mosa dulu udah punya momongan. Duh anaknya pasti cakep kayak mama-papanya.

Ngga terasa banget, udah hampir tiga tahun ninggalin bangku SMA. Dan sekarang seorang teman yang sekamar dan juga sekelas denganku udah membentuk sebuah keluarga yang semakin komplit dengan hadirnya sang bayi.

Liza kapan ya? Kapan-kapan deh! (Belum terpikirkan,..kabooorrrr)

Hari Jumat sore, kami langsung janjian untuk ngumpul di tempat yang udah di sepakati.
“Ce, Jet nebeng ya!” pintaku pada Icut, teman SMAku dulu. Ce & Jet, panggilan kesayangan kita berdua. (Haiyaaa)

And then, kita pun segera menuju rumah target (emang tersangka, bah!). Di perjalanan, aku dan Icut keasyikan tertawa. Ngebayangin kalau apa yang dilakukan ibu kami dulu, sekarang kami lakukan.

“ Dulu kan Jet, setiap ada teman mama Ce yang melahirkan, mama selalu bilang “Mama mau nengok adek bayi dulu ya!” ucapnya dengan semangat, “dan sekarang kita ya Jet yang jenguk adek bayi. Anaknya teman kita.”
Aku hanya mengangguk dan tertawa membayangkan apa yang kami lakukan layaknya ibu-ibu. “Kita udah tua ya Ce! Oh, tidak! Ijet masih kecil,”timpaku kemudian.

Karena keasyikan ngobrol, kita ketinggalan dari teman-teman lain. Walhasil, bayangin aja apa yang terjadi jika kita ngga tau alamat rumah yang dituju? Yupz, apalagi kalau bukan KESASAR.

Huh, cape deh. Hampir aja ngga jadi jenguk adik bayinya. Namun, setelah nanya kesana kemari dapat juga rumah yang dituju.

Terenggggg…. Tanpa mempedulikan teman-teman yang lain, aku menerobos masuk ke kamar Lydia. Aku kan teman sekamarnya selama tiga tahun dan yang paling dekat dengannya (sok merasa lu!). Dan di sana sudah tergeletak sebuah boneka, eits salah! Adik bayi sedang tertidur pulas di dalam kelambunya. “Selamat ya Bu!” ucapku sambil cipika-cipiki (kebiasaan mak-mak).

Kemudian kami cerita-cerita banyak hal. Aku dan Icut masih di sana walaupun teman-teman yang lain sudah pamit duluan. Melihat makhluk yang belum terjamah dosa itu memang sangat mengasyikkan. Ngga bosan-bosan. Ditambah lagi dengan cerita nenek dan ibunya Lydia yang memang telah akrab denganku.(Halah...)



The Last, Cuma mau ngucapin SELAMAT YA ibu tiri! (julukan khusus untuk Lydia waktu di Mosa dulu). Semoga kelak dia menjadi anak yang shaleh dan menjadi kebanggaan ayah-ibunya. Amiin.


Rabu, 18 Maret 2009

Apa yang Kamu Lihat, Liza?

Maret 18, 2009 9 Comments
Aku semakin merasakan hawa itu. Hawa yang terus menerus mengikuti sejak pertama sekali kuputuskan untuk memasuki gerbang yang kini menjadi bagian hidupku. Terkadang ingin aku berlari menjauhinya, tapi ia seakan tak henti-hentinya mengikutiku. Terus bersamaku.

Dulu sebelum memasuki gerbang yang kini mengurungku, aku pernah beberapa kali bertemu dengan hawa, bahkan aku pernah sekali sangat dekat dengannya. Ya, ketika aku melepaskan kepergian ayahku untuk selamanya. Kemudian aku kembali bertemu dengannya ketika gelombang pasang tsunami menghapus bersih Serambi Mekahku. Aku melihatnya tersenyum ke arahku.

Sekarang, ia telah mengekori setiap jejak langkahku. Menghantuiku, menemaniku, bahkan menyeretku ke ruangan yang penuh dengan teman-temannya.

Hari itu benar-benar takkan kuhapus dalam memoriku. Hari ketika hawa memaksaku untuk memasuki ruangan putih yang dipenuhi dengan puluhan temannya. Bulu kudukku berdiri tegak, adrenalinku melonjak, membuat denyut nadiku semakin cepat. Teman-temannya tersenyum ke arahku. Dan itu sungguh membuatku tak dapat menahan rasa takutku.

Ingin aku berlari dari ruangan yang menurutku tak beda dari tempat berkumpulnya orang-orang yang sebentar lagi dicabut nyawanya oleh Izrail. Namun, lagi-lagi hawa menahan langkahku. Aku hanya bisa terpaku ketika ruangan itu telah berlumuran darah, dipenuhi oleh jeritan, penuh dengan kesedihan, dan menyesakkan.

“Cepat, resusitasi!” sebuah suara menggelegar memecah ruangan.
“Airwaynya clear!” teriak suara yang lain
“Breathing dan sirkulasi spontan!” tambah suara yang lain.
“Circulationnya juga normal. Dia udah stabil.” Suara-suara itu melemah.

Satu teman dari hawa kulihat berlari menjauhi suara-suara itu.

“Apa-apaan kalian?” sebuah bentakan menggema ditengah kesesakan ruangan itu. bentakan yang tiba-tiba masuk dan menarik perhatian.
“Masak kalian biarin ayahku tergeletak sendiri di radiology? Dia udah ngga bisa membalikkan badan lagi! Kencingnya juga ngga keluar! Kalau terjadi sesuatu kubunuh kau!” bentakan itu mengancam seorang lelaki jangkung berbaju putih.

Hawa kembali tersenyum.

“Awas-awas!” sebuah tandu memasuki ruangan itu. sebilah pisau telah menancap di perut orang yang ditandu. Darah terus mengalir dari tempat tusukan. Orang itu tidak sadar. Hawa lagi-lagi menyungging bibirnya. Tersenyum.

“Hai, Za!” aku hampir saja terjatuh ketika sebuah tepukan mendarat di bahuku. Reflek aku menoleh.
“Melamun aja kamu!”

Aku tidak melihat hawa-hawa itu lagi, tapi aku dapat merasakan kalau mereka masih setia memenuhi ruangan ini. Kini, mereka telah digantikan dengan sekelompok manusia berbaju putih yang juga telah memutuskan memasuki gerbang yang sama denganku.

“Udah selesai mengobservasi?” sebuah suara berat keluar dari barisan manusia berbaju putih itu.

“Udah, dok!” jawabku
“Apa yang kamu lihat, Liza?”
“ Hawa kematian,” jawabku cepat.


Rabu, 28 Januari 2009

Menyehatkan Bangsaku

Januari 28, 2009 17 Comments
Apa yang telah kau berikan untuk negerimu? Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik, membuatku sadar, dan kembali bertanya “apa yang telah kuberikan?” Nothing. Tidak ada yang bisa kusumbangkan untuk negeriku selama aku hidup di bumi pertiwi ini.

Memalukan memang. Dua decade aku menjadi bagian dari negeri ini, tapi aku hanya numpang saja tanpa mampu balas saja. Kalau dihitung dalam detik, menit, dan jam sungguh tak sanggup kulakukan. Bukanlah sebuah alasan jika aku berdalih kalau aku tak lebih dari seekor semut di negeri ini. Wajar saja aku tidak bisa berbuat sesuatu. Aku sangat kecil di negeri yang sangat besar.

Sebuah alasan yang sangat tidak rasionalis, dan sangat kelihatan dibuat-buat.

Sering ketika menjawab soal-soal kewarganeraan tentang hal-hal apasaja yang dilakukan anak negeri untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini, maka aku akan menjawab : Belajar dengan tekun dan menghargai jasa pahlawan. Sebuah jawaban yang memang telah terdikte dan termaktub dalam buku-buku. Itu saja. Tidak lebih. Dapat nilai bagus, sudah cukup.

Semakin beranjak dewasa, aku semakin sadar. Memang keberadaanku takkan bisa merobohkan benteng keterpurukan negeri ini. Tapi aku yakin, kedua tanganku mampu meringankan beban saudaraku yang memerlukannya. Ya, aku yakin itu.

Kita tidak perlu menjadi hebat dalam bertindak, tapi berbuatlah untuk menjadi hebat. Aku, yang mengecap ilmu kedokteran merasa yakin bisa memberikan sumbangsih yang besar untuk negeriku. Kemampuanku sebagai dokter nantinya bisa membantu meringankan angka kesakitan di negeri ini.

Sehat adalah dambaan setiap orang di seluruh pelosok dunia. Karena cara paling cepat masuk kubur adalah dengan mati. Cara paling cepat mati adalah dengan sakit-sakitan. Adalah fakta jika kebanyakan orang tidak ingin cepat mati. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bukan jika orang-orang rela menghabiskan seluruh hartanya biar tetap sehat?

Sehat bukan hanya merefleksikan prospek untuk hidup lebih lama, bahkan juga menjadi fondasi untuk hidup lebih produktif secara sosial maupun ekonomi. Jadi, bebas penyakit adalah syarat utama untuk hidup lebih maju. Maka wajar saja kalau di negara-negara maju, angka kematian sangat kecil. Bandingkan saja, dari 1000 kelahiran bayi di Indonesia, 33 diantaranya meninggal. Sementara Malaysia, tetangga kita, hanya 8 yang meninggal dari 1000 kelahiran (UNDP, 2003).

Kebutuhan akan sehat tidak hanya diperoleh dengan cara hidup sehat, tapi juga dengan adanya pelayanan kesehatan. Adalah tugas negara untuk membuat rakyatnya sehat dengan membuka akses kesehatan secara maksimal. Kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan dipandang sebagai hak paling asasi dari rakyat. Maka tidak boleh tidak, pemerintah harus menyediakan rumah sakit, dokter, perawat, obat-obatan, perlengkapan serta pelayanan lainnya dengan mutu dan standar yang optimum.

Namun pada kenyataannya, pelayanan kesehatan di masyarakat kita masih jauh untuk dapat dikaatakan memadai, terlebih lagi jika hal itu telah menyangkut rakyat miskin, masyarakat yang justru mendominasi negeri ini. Tidak jarang kita melihat banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah terutama menyangkut program-program yang ditawarkan pemerintah untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Nah, dengan kemampuan yang kumiliki, ingin rasanya mengabdi untuk negeri ini. Bukan ingin, tapi aku harus mengabdi. Sekarang aku hanya seorang mahasiswa kedokteran yang sebentar lagi memasuki semester enam, semester delapan nantinya aku akan mengikuti kepanitraan klinik di rumah sakit, satu setengah tahun lagi aku akan menjadi dokter. Yeah, kalau diakumulasikan lebih kurang tiga tahun lagi aku resmi menjadi dr. Liza Fathiariani (amiiin, mudahkanlah jalanku ya Rabb!)

Kalau sekarang, aku belum bisa menerapkan ilmu yang kumiliki untuk masyarakat. Karena memang peraturannya seperti itu. Bisa-bisa aku dikeluarkan dari kampus jika ketahuan. Lantas, apa yang bisa kulakukan? Yupz, aku bisa mengabdi untuk negeriku dengan bersungguh-sungguh belajar, aku juga bisa menyuarakan aspirasi saudaraku dengan lidah dan penaku. Ya pasti bisa. Insyaallah.

Jika aku manjadi dokter nanti, ingin rasanya aku mengikuti jejak Patch Adams, seorang revolusioner sosial, DOKTER, badut, dan pria dengan segudang prestasi. Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia ang telah merawat lebih dari 15.000 pasien (lengkapnya buka http://liza-fathia.blogspot.com/2009/01/dokter-atau-badut.html). Menjalankan profesiku tanpa harus membebankan saudaraku. Semoga engkau mengabulkannya ya Allah. Amien..

“The people that are trying to make this world worse are not taking a day off — how can I? — Light up the darkness.” (I Am Legend)

Kamis, 15 Januari 2009

Telat Lagi...

Januari 15, 2009 2 Comments
 
Finally, aku harus bolos pleno (presentasi tutorial kelas B4 dan B5) karena telat. Yupz, yang menjadi komentator (haiya, udah seperti acara adu bakat saja pake komentator) adalah dr. Krisna W. Sucipto, Sp.PD KEnd. Semestinya aku sudah bisa insaf dan sadar kalau dokter itu in time, bukan lagi on time. Ngga boleh telat semenit pun (kalo sedetik bisa dunk!!!) apalagi ngaret. Ketika beliau memberikan aba-aba, " TUTUP PINTU SEMUANYA!!!" Jangan harap kamu bisa lolos ke dalam kelas, " Kamu yang keluar, atau saya?" kalimat itulah yang akan keluar dari sang dokter.
Ini kali pertama aku bolos pelajaran beliau. Syukurnya, kemarin hanya presentasi kembali hasil diskusi kami dan membandingkan dengan kelas tutorial lainnya. Bayangkan saja kalau aku sempat ngga masuk kuliah beliau? Naudzubillah. jangan sampe.. Tobat za...\!!!!

Dan yang sangat konyol adalah ketika sorenya (pleno jam 14.00-16.00) yaitu ketika aku harus ke Pema Unsyiah untuk melihat siapa-siapa saja yang masuk 5 besar lomba essay yang diadakan Unsyiah Fair. Dan kelima peserta tersebut harus mempresentasikan essaynya sore itu juga. Dengan santainya aku pergi bersama Putri, teman satu kostku. Acaranya jam 16.30 WIB, dan aku datang jam 17.00 WIB. Alasannya? 1. Hujan. 2. Belum tentu aku masuk lima besar, 3. Labi-labinya jalan sama seperti seafood (siput maksudnya) :)
 
Sesampainya di Pema, aku masih berleha-leha dan say hi untuk orang-orang yang kukenali. Baru setelah itu aku mencari tempat acara itu. Nah, kamu tahu apa yang terjadi??? ketika aku masuk, sang MC sedang berkata " Karena Liza Fathiariani tidak hadir, maka kita panggilkan finalis selanjutnya..."

Aku yang merasa namaku disebut bingung sendiri, " Aku masuk final?" dan spontan dari belakang penonton dan peserta lainnya aku berteriak, " Liza hadir bang! Ini Liza!"

Bayangkan saja apa yang terjadi? Yupz, aku menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju padaku. Bak seorang pahlawan yang tiba-tiba datang dan menghunus pedang ke leher musuh. I'm coming... kataku pada mereka yang mengharapkan kedatanganku. (Tapi itu hanya halusinasiku)

"Wakakakakakakaka...Hahahhahahahha" semua mata memang tertuju kepadaku, tapi mereka menertawai aksiku. Tapi, aku tidak jadi dieliminasi. Alhamdulillah. Walhasil, aku dengan groginya maju ke depan. Dan dengan harus dan "terpaksa" harus mempresentasikan essayku. Yeah, syukurnya aku telah mempersiapkan sekadarnya untuk presentasi. Walaupun slidenya agak buram dan tidak begitu kelihatan.


Sabtu, 10 Januari 2009

Dokter Atau Badut???

Januari 10, 2009 7 Comments
Siang itu saya merasa kesal sendiri dengan pernyataan dosenku, “ Kita harus memanage waktu seefektif mungkin. Ketika cluenya sudah dapat, segera alihkan pembicaraan dengan pasien. Ingat, selain dia masih banyak pasien lain yang sedang antri di belakang.”jelasnya ketika memberikan instroduksi anamnesis psikiatrik kepada kami. Memang tidak ada yang salah dengan kata-katanya. Kalau kita hanya terfokus pada satu pasien, maka kita telah mengabaikan pasien yang lain. Jadi kesimpulannya adalah bagaimana caranya kita harus bisa meresepkan obat kepada semua pasien. That’s all. Lantas dimanakah hubungan terapeutik antara dokter dan pasien disini? Kalau sang dokter hanyalah penulis resep, bukan rekan, mitra, ataupun orang yang dianggap mampu memberikan solusi yang mantap?
Dalam praktik kedokteran, menyembuhkan merupakan interaksi anatara manusia yang harus penuh dengan kasih sayang, dan bukan transaksi bisnis. Ketika seorang dokter atau perawat mengulurkan tangan mereka kepada pasien yang mengeluhkan rasa sakit atau kerapuhan mereka, maka ini bisa mnejadi dasar sebuah ikatan sejati, bahkan persahabatan. Tapi dalam kenyataannya, sedikit sekali dokter atau pasien yang merasakan kedekatan ini. Saya merasa yakin bahwa dengan hilangnya hubungan ini telah memicu banyaknya kritik terhadap dunia kedokteran, klaim malpraktek, dan menimbulkan ketidakleluasaan paramedic untuk memberikan pelayanan kesehatan.
 

Sekarang dapat kita lihat betapa ilmu kedokteran telah berpindah dari tataran komunitas ke tataran perusahaan sehingga menjadi industri nomer wahid hampir di setiap negara. Padahal kita tahu bahwa perawatan kesehatan itu tidak bisa dijadikan sebuah industri. Bagaimana suami-istri, keluarga, kelompok, komunitas, negara, atau dunia bisa kuat kalau kesehatan atau kesejahteraan mereka bukan sebuah prioritas? Yang terjadi saat ini lebih menitikberatkan pada bisnis ketimbang pelayanan sehingga menyebabkan banyak kesulitan, biaya pengobatan yang tinggi, ataupun tuntutan malpraktik.

Kita, baik itu dokter atau pasien memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat melalui saat-saat terburuk dalam hidup jika kita bersikap sebagai teman dekat dan saling menghormati. Hidup itu lebih besar dari penyakit, diagnosis, pengobatan atau mekanisme penyakit.

Berubah Menjadi Badut


Inilah yang dilakukan Patch Adams, seorang revolusioner sosial, DOKTER, badut, dan pria dengan segudang prestasi. Patch adalah pendiri Gesundheit! Institute, klinik pengobatan gratis di West Virginia ang telah merawat lebih dari 15.000 pasien. Patch melakukan pendekatan hubungan personal kepada pasien untuk membantu mereka sembuh, bukan semata pendekatan klinis yang diterapkan rumah sakit pada umumnya. Dia sering kali memakai hidung badut berwarna merah untuk menghibur anak-anak kecil yang sakit ataupun mengajak mereka yang gelisah berjalan-jalan menuruni perbukitan.

Sungguh perbuatan yang sangat mulia. Pertanyaannya, adakah klinik pengobatan gratis di tempat kita? yang tenaga medisnya dengan tulus melayani pasiennya 24 jam seperti di Gesundheit Institute? Seorang dokter yang berubah menjadi badut dan melakukan berbagai atraksi yang dilakukan badut umumnya agar pasiennya tersenyum dan tidak ketakutan?

Jujur, setelah membaca kisah inspiratifnya Patch Adams, seorang dokter eksentrik yang menyembuhkan dengan humor dan kebahagiaan. Aku seperti ingin menyelami dunia yang dilakukan Patch. Memang, aku tidak mungkin menjadi badut, tapi aku bisa menjadi apapun itu yang pada akhirnya dapat membuat pasienku merasakan kalau aku adalah sahabatnya.

Jumat, 19 Desember 2008

MENYINGKAP RAHASIA SAINS TAHAJUD

Desember 19, 2008 7 Comments
Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu Tombo Ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. Sebab shalat sunah yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya menjadi lebih dekat dengan Allah. Hati yang dekat dengan Tuhannya adalah hati yang damai.
Orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Ia rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada Sang Khalik. Alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.
Tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga delapan jam. Tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.
Namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat jam setiap harinya. Seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga empat jam saja. Tentu seorang Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dengan Tuhannya, melalui shalat tahajud.
“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).
Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri, menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.
ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam kondisi rndah. Selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. Dampaknya, akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan emosi negatif.
Menurut Haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar pineal. Ini akan menspiritualkan intelektual sesorang disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.
Tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Hormon inilah yang kemudian menghasilkan turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.

Tahukah Anda? Tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam jumlah yang stabil.

Hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi gerak pemicu tumor seperti estrogen. Haeri mengungkapkan bahwa pada masa kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20 30 tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Pada titik tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh.
Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. Keadaan ini akan membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian, kata Haeri, yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur. Tiga jam adalah waktu yang cukup untuk itu.

Tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. Gerakan ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh. Setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. Ini akan menyebabkan banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. Ada kesegaran yang dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.

Setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.(dari berbagai sumber)



SUJUD BIKIN CERDAS

Desember 19, 2008 6 Comments
Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gesturmendirikan sholat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab sholat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitas-Nya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan sholat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur        : berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat    : Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur        : Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat     : Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I'TIDAL
Postur        : Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat    : I'tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami  pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur       : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat    : Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur        : Duduk ada dua macam! , yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat     : Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nye ri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan    : Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat    : Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam sholat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi?tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam?diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam sholat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulansholat dibandingkan gerakan lainnya adalah sholat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam sholat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot?otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarka wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Dari berbagai sumber


Sabtu, 13 Desember 2008

LOMBA PENULISAN ARTIKEL

Desember 13, 2008 3 Comments
Biro Litbang Badan Eksekutif Mahasiswa fak. kedokteran Unsyiah akan mengadakan lomba penulisan artikel pupuler dengan tema : HIV AIDS DI SERAMBI MEKKAH

Deadline : 26 Desember 2008

Kriteia Penulisan :
1. Peserta adalah Mahasiswa yang berdomisili di Nanggroe Aceh Darussalam
2. Tulisan berupa artikel populer (bisa dalam bentuk opini, essay, atau feature)
3. Tulisan Belum pernah dimuat dipublikasi dan tidak sedang mengikuti lomba lain
4. Tulisan tidak boleh mengandung SARA, dan harus berisi solusi terhadap permasalahan yang dianggkat
5. Tata cara penulisan : Menggunakan huruf Times News Roman, spasi 1,5, margin atas :3, bawah : 3, kiri : 4, dan kanan : 3. di atas kertas kwarto minimal 4 halaman
6. Tulisan dapat langsung dikirimkan ke Sekretariat Bem FK UNSYIAH, Darussalam Banda Aceh 23111, rangkap 3, dengan mencantumkan "LOMBA ARTIKEL" pada sudut kanan amplop paling telatb 26 Desember 2008
7. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 5 Januari 2009

Hadiah : Tropi + Sertifikat + Paket Hadiah (untuk juara 1, 2, 3)

keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan langsung melalui blog ini atau melalui ke sekretariat BEM FK Unsyiah

Jumat, 21 November 2008

SLEEP PARALYSIS (KETINDIH)

November 21, 2008 3 Comments
Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!

KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMP, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.

Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.

Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.
Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

dari berbagai sumber

Minggu, 16 November 2008

KINTA, SEJUTA INSPIRASI

November 16, 2008 3 Comments



Akulah penjagamu

Akulah pelindungmu

Akulah pendampingmu

Disetiap langkah-langkahmu

Kau bawa diriku ke dalam hidupmu

Ke basuh diriku dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu adalah hidupku

Kau sentuh cintaku dengan lembut

Dengan sejuta warna

Sebelas januari bertemu…

Menjalani kisah cinta ini…

Kinta terus mencoret-coret buku tulisnya. Inspirasi tak jua muncul untuk menghasilkan sebuah tulisan yang akan dimuat pada salah satu rubrik di buletin yang dipimpinnya. Belum lagi sms dari manager pelaksana yang mewanti-wantinya untuk segera menyelesaikan tugasnya yang keburu deadline. Dan saking susahnya memunculkan sebuah inspirasi, Kinta memutuskan menulis lirik-lirik 11 Januarinya Gigi yang sedang didengar melalui ponselnya. Sebagai tulisan yang nantinya akan dimuat.

“ Hmmmm, 11 Januari.” Desisnya dan tersenyum simpul. “ 11 Januari,” ulangnya lagi. “ Gila aja, kalo ini yang kukasih ke redaksi. Bisa-bisa menager mencak-mencak. Aku ngga bertanggung jawablah, inilah, itulah, yang akan keluar dari mulutnya sebagai respon terhadap tulisanku. Egp. Emang gue pikirin. Hehe…” Jelas aja Kinta berpikir seperti itu. Toh, tugasnya bukan menulis kembali lirik lagu, tetapi membuat cerpen. Walaupun ia berkedudukan sebagai pimred di buletin tersebut, tapi yang namanya tugas, tetaplah tugas.

Kinta memandang kamar berukuran 3 x 3 meter yang disewanya tiga bulan yang lalu. Menatap setiap sudut. Mencari inspirasi yang mungkin saja tergantung bersama pakaiannya di belakang pintu.

“Cowok banget,” Kinta tersenyum lagi. Kali ini lebih lebar. “ Kamarku ngga beda dengan kapal pecah,..cape deh.”

Di sudut kanan kamar, ada setumpuk pakaian kotor yang belum sempat dicuci. “ Maklumlah, sibuk nih. Belum lagi dengan tugas kuliah yang menumpuk, acara di organisasi yang ngga pernah usai, dan sekarang deadline tulisan.” Kinta membela diri. Kepada siapa? Nuraninya mungkin, yang udah ngga tahan lagi melihat kesemrautan kamarnya.

Lima gambar tertempel di dinding kamar berwarna biru muda itu. Posternya raja Rock ‘n Roll, Elvis Presley. Gambar anatomi tubuh manusia. Anatomi sistem digestive. Mading yang berisikan foto-foto, bukti pembayaran berbagai jenis belanjaan, dan aneka lomba yang dilaksanakan beberapa bulan ke depan. Poster terakhir, daftar kegiatan Kinta selama seminggu.

Gadis yang sedang kuliah di Fakultas Kedokteran di sebuah universitas negri ini beranjak dari meja belajarnya, mengambil spidol dan menuliskan jadwal kegiatan besok. Kinta terbelalak menatap tanggal di kalender. Besok itu tanggal 19. Jadwal deadline tulisan tanggal 19, dan tanggal 19 itu adalah besok, bukan lusa. So, apa yang harus ditulis dalam waktu sesingkat ini?

“Waduuuuhhhh,…” Kinta meringis dan menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya ngga gatal.

“ Makanya, kalo ada tugas itu dikerjain terus mumpung ada waktu. Jangan ditunda-tunda.” Nasihat mamanya ketika datang ke kost-an Kinta tanpa pemberitahuan sebelumnya dan menyaksikan kamar anak perempuan satu-satunya itu layaknya kapal pecah!!! Kinta tak bisa berkelit. Mau bilang ngga sempat karena jadwal kuliah yang padat, sangat tidak mungkin. Mama telah melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Kinta lagi seru-serunya main game Aspalt di laptopnya. Duh…

Kinta kembali menatap jadwalnya yang tertempel di dinding, kali ini fokusnya tidak pada jadwal yang seabrek itu tetapi pada kalimat yang tertulis di bagian atasnya “ Kewajiban yang kita miliki, lebih banyak dari waktu yang tersedia”

“ Kenapa aku terpojok seperti ini?” batinnya. Selama ini Kinta bukannya tidak sadar atas kehadiran kalimat pada poster itu. Namun, kalimat itu sekarang seolah tertawa lebar ke arahnya dan mengejeknya “ Aku bukan sekadar pajangan, Kin. Tapi, kamu harus mendalami dan mengerjakan setiap makna yang kumiliki. Nah lho, sekarang baru kena batunya, kan?”

Sangat menohok dan membuat Kinta gondok.

Kau bawa diriku ke dalam hidupmu kau basuh diriku dengan rasa sayang… ponselnya berdering. Dari Early, teman sekaligus komting angkatannya.

“ Ya, Ear. Ada apa?”

“ Cuma mau bilang besok jam 8 pagi kita kuliah obstruksi usus, Kin.”

Kinta terperanjat. “ Serius kamu? Bukannya besok kita hanya praktikum PK (patologi klinik) jam 2?”

“Jadwal yang sebenarnya emang gitu, tapi dokter Yadi harus ke luar kota besok lusa. Jadi, kalau ngga diganti secepatnya, takut ntar ngga sempat lagi. Lagian minggu depan kita ujian. Udah dulu ya, Kin. Aku mau hubungi yang lain.” Early memutuskan telpon.

“ OMG.” Kinta mengerang. “ Kok bisa semuanya jadi amburadul begini?”

Besok kuliah jam 8 dengan dokter Yadi, itu artinya ia harus menguasai materi yang akan dikuliahkan setidaknya lima puluh persen. Jika tidak, bersiap-siaplah untuk diceramahi di depan kelas. “ Bagaimana kamu mau jadi dokter, kalo anatomi dan fisiologi ini saja tidak tahu. Belum lagi jika organ tersebut patologis.” Dan bla bla bla… dua jam kuliah akan berlipat ganda.

Tapi kapan belajarnya? Deadline tulisan belum selesai karena inspirasi tak mau kompromi. Mau TA (titip absen ) besok? Impossible. Dokter Yadi selalu mengabsent mahasiswa satu per satu. Nah, kalau Kinta tidak ada ketika namanya dipanggil. Urusan akan semakin rumit. Kacau jadinya. Ia akan dipanggil pihak akademis, diinterogasi bak seorang tersangka, mau ngasih alasan apa kalau udah begini?..ah pokoknya ribet.. Lagian, ngga Kinta banget kalo TA. Ya, walau bagaimanapun Kinta, ia tetap berprinsip. Kalau memang ia tak bisa masuk kuliah, biar aja absentnya kosong. No space for TA. Peduli amat dipanggil sama pihak akademis, toh itu memang kesalahannya. Dan syukurnya ia selalu lolos dari pemanggilan itu karena ia memang tidak pernah absent kuliah kecuali beberapa kali dan itu tidak dipermasalahkan dosen yang mengajar apalagi pihak akademis.

“Allah help me…” minggu depan ujian. Bahan setumpuk dan belum satupun dibacanya.

Sosok Early yang sedang tersenyum melintas dibenaknya. Cowok yang sering diejek teman-teman dengan “balon” alias “banci salon” itu membuat Kinta semakin bersalah. Bukan karena perubahan jadwal kuliah yang baru saja disampaikan Early, tapi karena kehidupan cowok yang menjadi teman dekatnya selama kuliah. Hidup yang telah terpola, begitu Kinta menyebutnya. Dan bagi Kinta, itu sangat membosankan.

“Jalani aja hari ini untuk hari ini. Besok untuk besok,” ucapnya pada Early ketika membaca buku temannya itu yang penuh dengan catatan kuliah, jadwal harian, dan target yang ingin dicapai. “ untuk apa ditargetkan sampe segitunya, Lon.” (“Lon” diucapkan seperti pada kata balon)

Kinta juga tak urung mengejek Early dengan “balon” seperti teman-temannya yang lain. Namun, Early tidak pernah ambil pusing. Itu yang membuat Kinta kagum. Early tetap PD dengan apa yang dimilikinya.

Kali ini pikiran Kinta menuju ke kamar Early yang sempat dikunjunginya bersama teman-teman yang lain ketika Early sakit.

Kamar yang bersih dan harum. Sangat nyaman. Isi kamarnya lebih banyak dari kamar Kinta, tapi tersusun rapi. “Seperti kamar cewek,” ucapnya pada Early, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan kamarnya.

Early juga tinggal di kost-an dengan ukuran kamar yang lebih kecil dari kamar Kinta. Aktif di organisasi. Tapi masih sempat mengerjakan tugas-tugas lain. Masih sempat belajar. Dan merapikan kamar.

“ Ngga salah, Ear. Kalau kamu diejek banci sama anak-anak. Kelakuanmu tak ubah seperti cewek. Ribet. Disiplin seperti mamaku.” Cibir Kinta ketika mereka sedang makan mie pangsit di kantin kampus.

“Biarin aja. Daripada kamu, Kin. Cewek kelakuannya seperti cowok. Calon dokter, tapi amburadul. Ngga rapi,” balas Early, “Terserahlah, Kin. Aku tetaplah aku, walau bagaimanapun aku.

Mamaku bilang, dalam hidup harus memiliki objektivitas, dan prioritas yang akan dicapai. Dan aku ingin menjalankan hidup ini seperti yang mama bilang. Peduli amat dengan orang. Aku merasa nyaman dengan diriku.” Early menjelaskan panjang lebar ke Kinta dengan gaya gemulainya. Kinta ingin mengelak waktu itu, tapi tidak bisa. Apa yang dikatakan Early adalah benar.

Huh… Kinta terpaku mengingat kata-kata Early. Membayangkan tugas-tugas yang belum dikerjakan. Tulisan yang belum selesai. Jadwal kuliah yang berubah-ubah. Ujian di depan mata. Pakaian yang belum dicuci. Kamar yang berantakan. Dan orang tuanya yang pontang panting mencari nafkah untuk membiayai hidup dan kuliahnya yang jumlahnya tidak sedikit.

God,..

Objektivitas ?!?

Prioritas ?!?

Jumat, 14 November 2008

Hari Kesehatan nasional Vs Pelayanan Kesehatan

November 14, 2008 5 Comments



Beberapa hari yang lalu, tanggal 12 November 2008 diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-44. Melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional ini, pemerintah mengharapkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia bisa lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bertujuan lagi untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. Seperti kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Oleh kerena itu, dengan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat pada gilirannya juga akan memperkuat negara.

Mengapa harus sehat?

Cara paling cepat masuk kubur adalah dengan mati. Cara paling cepat mati adalah dengan sakit-sakitan. Adalah fakta jika kebanyakan orang tidak ingin cepat mati. Oleh sebab itu, sehat merupakan dambaan setiap orang diseluruh pelosok dunia.
Sehat bukan hanya merefleksikan prospek untuk hidup lebih lama, bahkan juga menjadi fondasi untuk hidup lebih produktif secara sosial maupun ekonomi. Jadi, bebas penyakit adalah syarat utama untuk hidup lebih maju. Maka wajar saja kalau di negara-negara maju, angka kematian sangat kecil. Bandingkan saja, dari 1000 kelahiran bayi di Indonesia, 33 diantaranya meninggal. Sementara Malaysia, tetangga kita, hanya 8 yang meninggal dari 1000 kelahiran (UNDP, 2003).

Kebutuhan akan sehat tidak hanya diperoleh dengan cara hidup sehat, tapi juga dengan adanya pelayanan kesehatan. Adalah tugas negara untuk membuat rakyatnya sehat dengan membuka akses kesehatan secara maksimal. Kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan dipandang sebagai hak paling asasi dari rakyat. Maka tidak boleh tidak, pemerintah harus menyediakan rumah sakit, dokter, perawat, obat-obatan, perlengkapan serta pelayanan lainnya dengan mutu dan standar yang optimum.

Namun pada kenyataannya, pelayanan kesehatan di masyarakat kita masih jauh untuk dapat dikaatakan memadai, terlebih lagi jika hal itu telah menyangkut rakyat miskin, masyarakat yang justru mendominasi negeri ini. Tidak jarang kita melihat banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah terutama menyangkut program-program yang ditawarkan pemerintah untuk memudahkan mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dalam sebuah kunjungan ke Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, dalam rangka mengikuti kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan fakultas tempat penulis menuntut ilmu sekarang, penulis sangat miris ketika melihat banyak masyarakat miskin di wilayah tersebut yang bahkan hingga saat ini tidak tahu benar tentang apa itu Askes (Asuransi Kesehatan), Kartu sehat maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Apalagi ketika diminta pendapatnya tentang Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPS-BK) atau Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM). Susahnya akses informasi tentang bagaimana prosedur mendapat kartu Askes atau Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketidaktahuan mereka ke mana mengadukan hak ketika mereka diabaikan, serta sejumlah penghambat lain, sekaligus menyuburkan bilangan kaum miskin yang tidak tersentuh program pemerintah. Jika demikian keadaannya, bagaimana bisa berharap lebih pada peringatan HKN ke-44 tahun ini? Kapan kira-kira masyarakat kita bisa benar-benar sehat dan menguatkan negeri kaya raya ini?

Masalah-masalah yang terjadi di Ulim merupakan fenomena gunung es, artinya masih banyak masalah serupa yang juga terjadi di daerah lain di Aceh dan Indonesia pada umumnya. Kita mungkin tidak akan menyangkal jika ternyata di sekitar kita, kartu sehat atau kartu Askes justru beredar dikalangan masyarakat yang berada atau kelas menengah ke atas. Mungkin mereka adalah keluarga Pak Geuchik atau Kepala Desa, keluarga birokrat Puskesmas, dan lain-lain yang belum tentu mereka berhak mendapatkannya.

Kita juga pasti sering mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri betapa pilunya hati pasien yang terpaksa dipulangkan saat benar-benar membutuhkan pertolongan kedaruratan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit karena tidak cukup biaya. Kita mungkin pula akan mengiyakan betapa masih banyak pelanggaran dalam pelayanan kesehatan terhadap pasien yang dilakukan baik oleh dokter, perawat, mantri atau bidan-bidan di desa. Kita juga selalu akan mengerti dengan kenyataan miris bahwa kita masih selalu kedatangan penyakit-penyakit infeksi tropik yang seharusnya sudah enyah dari negeri ini, mislanya diare, demam berdarah atau malaria.
Masih banyak kenyataan lain yang mungkin bisa menjadi kontraproduktif dengan acuan tema peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun ini dan harapan untuk menuju Indonesia Sehat 2010.

Momentum untuk refleksi diri

Momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (2008) haruslah menjadi momentum refleksi dan evaluasi pemerintah atas sejauh mana peran pemerintah dalam melaksanakan tanggungjawabnya terhadap pelayanan kesehatan terhadap rakyatnya. Pelaksanaan HKN ini tidak selalu harus dilakukan dengan perayaan seremonial, pameran, atau aneka lomba, tetapi seharusnya bisa lebih menyentuh pada masyarakat seperti melihat dan mengukur seberapa besar kebijakan anggaran di sektor kesehatan, bagaimana pemenuhan fasilitas fisik pelayanan kesehatan, seberapa banyak masyarakat miskin yang tidak terjangkau layanan kesehatan dan seberapa besar jumlah masyarakat miskin yang mendapatkan Askes atau tidak mendapatkan Askes serta apa upaya mengantisipasinya, bahkan bila perlu bisa mendapatkan data terpilah tentang jumlah orang sakit atau bagaimana mendorong agar semakin banyak tenaga kesehatan professional.


Pada intinya adalah momentum HKN ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk melakukan yang terbaik demi mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya Aceh yang benar-benar “sehat”, bukan masyarakat yang hanya “dianggap sehat”.

Jumat, 31 Oktober 2008

AKMK,.first day...

Oktober 31, 2008 2 Comments
iseng-iseng membuka blog lewat hp,.tanganku dengan sedikit komando langsung memencet tombol ponselku. Yeah,walaupun tak senyaman mengetik menggunakan keyboard PC,.it's okay lah.. Hari ini the first day acara aksi kemanusiaan mahasiswa kedokteran (akmk)2008 dilaksanakan. Aku dan teman2 seangkatanku menjadi panitianya.. Setelah berbulan-bulan memprepare segala keperluan,mulai dari dana,teknis acara,perlengkapan,tempat,pokoknya everything yang diperlukan untuk acara yg sangat besar ini. Telah sangat bnyak peluh yang dikeluarkan,darah yang menetes (teman-teman yang kecelakaan ketika mensurvey tempat di pidie jaya,specially sang ketua acara),biaya yang tak kenal berapa jumlahnya,,waktu yg tak terhingga,.rapat yang terkadang sangat membosankan,.air mata,.kebahagiaan,ketakutan,kemarahan,dan kekompakan angkatan 2006 berkumpul menjadi satu : AKMK' 8.. Dan hari ini hasil jerih payah itu dibaktikan kepada masyarakat pidie jaya, khususnya wilayah Meureudu,ULIM,dan Jangka Buya.. Diawali dengan pembukaan, dan serangkaian acara seperti PMT,LBS,IMD,penyuluhan,donor darah,tensi gratis,dan turnamen bolavoli.. Alhamdulillah semua berjalan lancar. .

Tapi, aku yang dari hari pertama datang sudah ambruk,.tetap mencoba sebatas tenaga memberikan konstribusiku untuk AKMK ini..hmm,besok pagi-pagi aku harus bersiap-siap. Acara pelatihan dokter kecil besok diselenggarakan. Dan aku menjadi penanggung jawabnya..everything is okay,mulai dari tempat,perlengkapan,peserta, semua tinggal menunggu besok.. Semoga kesehatanku membaik,dan I can do better..amiin.. Ps : berhubung pake hape,maklumkan saja kata-katanya sedikit amburadul..

Senin, 27 Oktober 2008

DITILANG???? OH nO...Help Me

Oktober 27, 2008 3 Comments

Pernah terperangkap razia polisi lalu lintas? siapa yang pernah mengalaminya pasti akan tau dengan istilah TILANG,..ya, terlebih lagi razia yang dilakukan pada akhir bulan. ngga sedikit yang terkena tilang... dan salah satunya aku..

Terperangkap razia polisi memang bukan hal yang menyenangkan. mungkin kalau aku mau berTP sedikit saja kepada mereka, persoalan akan lebih gampang. tapi that's not me. bukan hobiku senyam senyum didepan orang yang tak kukenal terutama kaum adam itu, apalagi polisi. mereka seolah2 mendapatkan peringkat yang sangat rendah dimataku.

sore itu, aku bersama Ade sepupuku pulang dari counter hape. ponsel kita terpaksa diperbaiki karena terserang virus akibat keasikan mendownload theme. biasanya kami akan melewati jalan pintas untuk kembali ke rumah, ya karena ade yang kebetulan mengendarai motor tidak membawa SIM dan STNK,.. but, naasnya, sore itu kami melewati jalan raya yang pastinya tidak seaman dari jalan pintas yang biasanya kami lewati. dan tentu saja, di depan kami telah berdiri puluhan polisi lantas yang sedang merazia seluruh sepeda motor yang lewat, dan kami masuk di dalamnya. tanpa banyak basa-basi, kami langsung memarkirkan motor didepan trotoar.

SOLUSI CERDAR ALA LIZAA N ADE
syukurnya, polisi yang menyuruh kami berhenti tidak membututi kami dari belakang. spontan saja ide gila muncul dibenak kami berdua. memasang wajah tak bersalah dan berpura-pura duduk di bangku yang disediakan penjual burger di trotoar jalan tepat di depan parkiran motor.

sambil mencincipi burger, kami asyik menertawakan para pengendara motor yang harus membayar denda kepada polisi akibat tidak membawa SIM atau STNK. dan syukurnya juga tak satupun polisi yang berada di depan kami itu curiga kalau kami termasuk tersangaka dlam razia yang mereka lakukan. bayangkan saja, kalau merekla sempat menginterogasi kami,.ratusan ribu rupiah pasti akan melayang dari dompet, betapa tidak, SIM dan STNK tidak di bawa ADE.




Sabtu, 25 Oktober 2008

SIAPA AKU??? (Part two)

Oktober 25, 2008 4 Comments

hari ini terasa begitu panjang,.. di pagi hari aku harus mengikuti ujian blok 13 tentang bith and pregnancy disela2 kesibukanku yang begitu padat. mulai dari deadline tulisan di majalah, acara AKMK (aksi kemanusiaan mahasiswa kedokteran)yang tahun ini aku dan teman-teman seangkatanku menjadi panitia, jadwal kuliah yang masih full walaupun ujian sudah didepan mata. tugas kelompok dan personal yang harus diselesaikan minggu ini juga,..lengkaplah semua alasanku untuk tidak belajar...hufff,..hehehe,..mencari alasan!!!

hari ini, setelah ujian (08.00-10.00), yang sebenarnya dijadwalkan jam 10.00,tapi syukurnya panitia ujian mau berkompromi denganku dan mustafa temanku yang satunya lagi yang kebetulan juga menjadi calon penerima beasiswa disalah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dan menggeser jadwal ujian kami menjadi jam 8.

jam 10 lebih beberapa menit, aku dan temanku langsung menuju tempat penyeleksian peneriama beasiswa itu. tanpa sempat beristirahat, karena memang sudah telat setengah jam, kami langsung disuruh mengisi biodata dan berbagai pertanyaan lainnya. setelah itu psikotes,..dan dilanjutkan dengan menulis ESSAY yang betemakan SIAPA AKU. spontan aku tersenyum sendiri mendengar tema yang diberikan panitia. langsung saja aku menuliskan tentang siapa diriku yang isinya tidak jauh berbeda dari tulisanku diblog ini beberapa hari yang lalu. hanya saja aku menambahkan komentar teman-teman disetiap kalimat yang kutulis. thanks to Ijal, Beni, dan mas Adnan atas semua komentarnya yang memberiku inspirasi...


Sabtu, 18 Oktober 2008

SIAPA AKU? KU TAK TAHU

Oktober 18, 2008 7 Comments

Sering teman-temanku mengatakan aku ini seperti ini, seperti itu. Namun, aku sering merasa diriku sama sekali ngga seperti itu. Lantas siapa aku? itulah yang kucari selama ini.

mencari tahu siapa diriku ternyata ngga gampang. sangat susah. sangat banyak hal yang tidak kumengerti tentang diriku ini. makanya ketika seseorang menyakan siapa aku? AKU TIDAK TAHU, itu jawabku.

Terkadang aku berpikir, mungkin ada baiknya aku tidak mengenal diriku sendiri. Ya, karena kekurangtahuanku terhadap diriku membuatku mencari tahu siapa sebenarnya aku. apa yang aku inginkan, dan lain sebagainya.

Seandainya aku telah tahu siapa aku, mungkin aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan di dunia ini. Ya, untuk apa? karena semua telah kuketahui. dan aku bersyukur dengan keadaanku ini. keadaan yang membuatku mencari tahu siapa diriku melalui lorong-lorong kehidupan yang penuh lika-liku ini.


suatu siang di perpustakaan FK UNSYIAH

Sabtu, 13 September 2008

Minggu, 07 September 2008

WISATA di MEDAN

September 07, 2008 2 Comments



Danau Toba,…Subhanallah…

Untuk farewell party, panitia membawa kita ke Danau Toba. Asyiikkk banget. Dari Medan, kita harus menempuh lima jam perjalanan. Cukup melelahkan, tapi pesona danau toba bisa menggantikan kepenatan selama perjalanan.

Sore hari kita tiba di penginapan yang terletak berhadapan dengan danau toba. Aku yang kelelahan memutuskan untuk beristirahat saja di penginapan bersama Nur dan Icha, sedangkan beberapa temanku yang lain tidak sabar ingin melihat indahnya danau toba.

Malam harinya, panitia mengumpulkan kami untuk mengikuti acara penutupan. Dengan dikelilingi api unggun, kami dihibur dengan aksi kocak pasangan soulmate Uta dan Komang, delegasi dari Univ. Udayana Bali. Setelah itu kami melakukan pesta DURIAN. Ho ho ho… ada puluhan durian yang dibawa oleh pembantu dekan FK USU, bang DEDI. Dan dengan puas kami melahap seluruh durian itu. Alvine yang maniak duren langsung memilah durian yang menurutnya bagus dan manis. Sedangkan aku, menunggu durian selesai dikupas dan dibagi-bagikan saja.

Setelah pesta durian, kami semua kembali ke kamar masing-masing. Suhu daerah Prapat yang dingin membuat kami ingin segera beristirahat.

Keesokan harinya, kami menuju pulau Samosir. Sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah danau toba. Dengan menggunakan kapal fery, kita pun menuju Samosir. Ditengah-tengah perjalanan, panitia menunjukkan sebuah gunung yang terdapat batu gantung.

Menurut cerita, batu gantung yang menyerupai kaki manusia itu adalah kaki seorang putri Samosir yang tersangkut ketika hampir jatuh ke jurang bersama anjingnya. Saat itu sang putri sedang melarikan diri dari rumahnya karena tidak ingin dinikahkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Kemudian tersangkut ia di sebuah pohon ketika hampir jatuh ke jurang hingga akhirnya membatu seperti saat ini. Hmmm,.. apakah itu kenyataan atau sebuah ilusi,.. entahlah,..aku tidak mau berspekulasi.

Di Samosir,..kami hanya diberikan waktu setengah jam untuk jalan-jalan dan belanja. Sangat singkat karena ada beberapa delegasi yang harus kembali ke daerahnya pada sore hari. Keasyikan berfoto membuat kami semua tidak sempat berbelanja pernak-pernik khas Toba. Sampai akhirnya kita harus kembali ke kota Medan dan pulang ke daerah masing-masing…

Semoga di lain waktu aku bisa kembali ke danau Toba..

WISATA di MEDAN

September 07, 2008 0 Comments

Istana Maimun,.. ikutan yuuukkk!!!

Kalau jalan-jalan di Kota Medan, Sumatera Utara, katanya belum lengkap kalau belum datang ke Istana Maimun. Letaknya di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara. Dari Bandara Polonia maupun Pelabuhan Belawan, perlu waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Apa sih istimewanya Istana Maimun ? Yuk kita lihat...

Istana ini dibangun pada tahun 1888. Waw, sudah 100 tahun lebih. Waktu kami datang, banyak turis dari negara tetangga, Malaysia. Warna kuning banyak bertebaran di istana yang pernah jadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli ini. Secara, kuning itu memang warna khas Melayu.

Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi. Tapi, terdapat beberapa pintu yang menunjukkan pengaruh Spanyol. Pengaruh Islam tampak pada keberadaaan lengkungan (arcade) pada atap. Tinggi lengkungan tersebut berkisar antara 5 sampai 8 meter. Bentuk lengkungan ini amat populer di kawasan Timur Tengah, India dan Turki.


Bangunan istana terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: bangunan induk, sayap kanan dan sayap kiri. Bangunan induk disebut juga Balairung dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.

"Yang paling unik disini yah ruang pertemuan untuk pertemuan adat istiadat ini, yang sampai sekarang masih kami gunakan. Pertemuan dengan Sultan Deli, yang masyarakat Melayu bilang Angkat Sembah Kepada Sultan," jelas Bapak Tengku Hamzah, pemandu wisata kami.

Kalau dilihat-lihat, perabotan istana ini berasa banget pengaruh Eropanya. Lampu-lampu kristal dan perabotan istana seperti kursi, meja, dan lemari. Mungkin karena sang arsitek istana ini asalnya dari Italia yah. Selain perabotan, sebagian material bangunan memang didatangkan dari Eropa, seperti misalnya ubin marmer. Waduh, jauh banget yah.


Di dalam istana terdapat 30 ruangan, dengan desain interior yang unik, perpaduan seni dari berbagai negeri. Dari luar, istana yang menghadap ke timur ini tampak seperti istana raja-raja Moghul.

Inisiatif membangun istana yang terus jadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli adalah Sultan Deli ke-9, yaitu Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Ya, keturunan Sultan Deli memang masih ada dan sekarang gelar sultan dipegang seorang bocah. Tengku Mahmud Arya Lamanjidi, yang juga putra sulung almarhum Letkol. Inf. Tito Otteman Mahmud Perkasa Alam.

"Sultan yang sekarang usianya sekarang kira-kira 10 tahun. Tuanku Mahmud Arya Lamanjidi Perkasa Alam, Sultan Deli XIV. Beliau ditabalkan pada tahun 2005 yang lalu. Setelah ayahandanya meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang di Aceh, Lhoksemauwe. Almarhum ayah Sultan Deli, seorang TNI, Tuanku Otteman Mahmud Perkasa Alam yang berpangkat kolonel dari Batalyon Siliwangi," papar Tengku Hamzah.

Wah tragis juga yah. Sang sultan cilik ini sendiri, lebih banyak tinggal di Sulawesi Selatan, ikut sang ibunda yang asli orang Makassar.

Meriam Puntung

Di Istana Maimun, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.


Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

Sementara Istana Maimun selain dibuka untuk tempat wisata, sebagian ditempati kerabat kesultanan. Nah, kalau datang ke Medan, coba deh lihat-lihat kesini. Jangan sampai negeri tetangga sebelah, yang justru lebih banyak tahu.

Setelah mengelilingi Istana Maimun, panitia kemudian mengajak kami ke pusat pemberlanjaan kota Medan. Tidak ada yang special di sana. Sama dengan tempat perbelanjaan di Aceh. nah, kalau ingin membeli pernak-pernik khas Batak, Prapat lah tempatnya. Salah satu wilayah di Sumatera Utara yang ada Danau Toba itu lho..

Follow Us @soratemplates